Ini Penyebab Harga Cabai Keriting Di Ambon Mahal

Ini Penyebab Harga Cabai Keriting Di Ambon Mahal - Hallo sahabat Berita Otomatis, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Ini Penyebab Harga Cabai Keriting Di Ambon Mahal, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Ini Penyebab Harga Cabai Keriting Di Ambon Mahal
link : Ini Penyebab Harga Cabai Keriting Di Ambon Mahal

Baca juga


Ini Penyebab Harga Cabai Keriting Di Ambon Mahal

Ambon, Malukupost.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku mencatat harga cabai merah keriting di tingkat pedagang pasar tradisional Kota Ambon, Maluku, masih tetap mahal karena kurangnya stok. "Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan petugas lapangan di Pasar Mardika, Batumerah, dan pasar Gotong royong, Selasa, menunjukkan harga cabai merah keriting masih tetap mahal akibat kekurangan pasokan dari para petani di daerah ini," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Maluku Bustaman Ohorella, Ambon, Selasa (10/7).
Ambon, Malukupost.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku mencatat harga cabai merah keriting di tingkat pedagang pasar tradisional Kota Ambon, Maluku, masih tetap mahal karena kurangnya stok.

"Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan petugas lapangan di Pasar Mardika, Batumerah, dan pasar Gotong royong, Selasa, menunjukkan harga cabai merah keriting masih tetap mahal akibat kekurangan pasokan dari para petani di daerah ini," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Maluku Bustaman Ohorella, Ambon, Selasa (10/7).

Harga cabai merah keriting sejak dua tiga hari belakangan ini pedagang mematok harga Rp58.000 hingga Rp60.000 per kg, pada hal empat hari yang lalu masih dijual dengan harga Rp40.000/kg.

Sedangkan cabai merah biasa juga bervariasi Rp50.000 hingga Rp55.000/kg dan cabai rawit Rp40.000 hingga Rp45.000 per kg.

Bustaman menjelaskan, hasil pembicaraan petugas pemantau Dede Banjar dengan salah seorang pengumpul cabai merah keriting di Pasar Mardika, Ibu Tini mengatakan, stok dari Pulau Buru maupun Seram sekarang ini kosong, baik dari para petani di Pulau Buru maupun Pulau Seram.

Dia juga mengatakan, terjadi kekurangan stok ini juga disebabkan banyak yang gagal panen akibat musim penghujan yang berkepanjangan.

Menurut Bustaman, hasil pemantauan di pasar tradisional Kabupaten Pulau Buru di Namlea saat ini harga cabai keriting Rp30.000/kg, pada hal harga normal biasanya Rp22.000 per kg, kemudian dibawa ke Kota Ambon oleh pedagang naik menjadi Rp40.000/kg.

Jadi, lanjutnya, dengan demikian pedagang eceran di pasar tradisional Kota Ambon mencapai Rp58.000/kg dan kondisi seperti ini juga terjadi di Pulau Seram.

"Kami akan tetap berusaha untuk harga cabai ini bisa berubah turun, sebab berbicara masalah cabai ini biar bagaimanapun pasti pedagang itu juga mencari untung, apalagi dengan kondisi iklim yang terjadi di Maluku sekarang ini semua petani pasti resah karena tanaman cabai pasti terganggu," ujarnya.

Sedangkan harga kebutuhan lain seperti minyak goreng, gula pasir, beras, susu kental manis, susu bubuk, telur masih tetap normal. (MP-2)


Demikianlah Artikel Ini Penyebab Harga Cabai Keriting Di Ambon Mahal

Sekianlah artikel Ini Penyebab Harga Cabai Keriting Di Ambon Mahal kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Ini Penyebab Harga Cabai Keriting Di Ambon Mahal dengan alamat link http://beritaotomatis.blogspot.com/2018/07/ini-penyebab-harga-cabai-keriting-di.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ini Penyebab Harga Cabai Keriting Di Ambon Mahal"

Post a Comment